Rabu, 29 Agustus 2018

Main Berkualitas di Board Game Library

BGLib tampak depan

Berbekal rasa penasaran yang belum tuntas, dan keinginan untuk menjajal lebih banyak lagi permainan papan, jadilah saya, wafa dan sarah sore itu bertandang ke Muara Market. Tempat ini memang cukup ramai dijadikan tongkrongan muda mudi solo, ketika sore hingga malam hari. Ada beberapa kios makan, kios baju distro, dan deretan kursi di tengah area Muara Market untuk sekedar duduk – duduk santai.

Board Game Library atau BGLib, berada di deretan kios Muara Market sebelah kiri. Tempat ini buka mulai pukul 17.00 – 21.00 WIB. Karena kita dateng pas sore hari, dan baru buka, jadi BGLib masih lumayan sepi. Kesan pertama, suka banget sama suasana kuning ijo dari tempat ini. Jadi bawa vibe ceria gitu, pas masuk. Ketika kita datang, hanya ada satu kelompok yang sedang serius bermain, dari kelihatannya sih udah bukan pemain pemula macam kita. Hehe. Oiya, berbekal 5000 rupiah aja, kita udah bisa main sepuasnya di BGLib.


Suguhan buku-buku asik dan tempat baca yang juga nyaman
Begitu masuk, koleksi buku yang berderet di tembok itu langsung menarik perhatian. Ternyata, engga cuman pajangan aja. Karena pas nengok judul buku-bukunya, terlalu banyak yang asik. Mulai dari buku-buku best seller dalam dan luar negeri, sampai buku – buku alternatif yang juga banyak ditemukan. Hanya saja, kita cuman bisa membaca di area BGLib aja, dan nggak bisa dibawa pulang.

Setelah cukup puas liat-liat koleksi buku, kita mulai bermain ditemani fasilitator dari BGLib. Jadi, buat teman – teman yang pengen main ke BGLib, dan bener – bener belom tau kayak gimana board game itu, ngga perlu bingung. Tinggal dateng, nanti bakal ada fasilitator yang dengan senang hati merekomendasikan, mengarahkan, dan menjelaskan aturan main buat para pemula. Suasana yang menyambut setiap yang datang ke BGLib pun sangat hangat dan menyenangkan.

Main Bajak Laut
Permainan pertama yang kita mainkan, semacam Bajak Laut gitu. Karena produk boardgame luar, jadi rada susah nyebut namanya. Permainan ini cocok banget buat yang punya jiwa kompetitif dan suka menjerumuskan temannya. Karena disini, pemain sebagai bajak laut, harus mempertahankan diri tetap aman di dalam kapal, sementara, setiap giliran menaruh kartu kita juga harus mengatur strategi biar kita selamat, sementara pemain lainnya semakin dekat dengan monster laut.

Berburu kucing dengan angka-angka matematika

Kemudian, Math Cat adalah permainan kedua yang kita mainkan. Kebetulan, Math Cat produk asli dari Hompimpa Games. Kunci dari permainan ini, seperti namanya tentu saja kita harus ingat-ingat rumus matematika, bersiap pake otak, dan gercep. Karena disini misi kita sebagai pemain adalah mendapatkan kucing – kucing, dengan cepet – cepetan menyelesaikan rumus matematika sederhana untuk menjawab soal dalam kartu. Sukaaa banget sama permainan ini, karena sebenernya kita lagi dipaksa buat bisa ngitung cepet ngejawab soal matematika. Tapi, sambil main jadi ngga berasa ngeselinnya belajar matematik. Kayaknya, kalo lagi berduit, ini permainan pertama yang bakal saya beli deh buat adek belajar itung – itungan. Hehe.

Sarah yang paling jago maling ternak
Permainan ketiga yang kita mainkan, saya lupa namanya, karena lagi ini produk luar, jadi susah dihapal. Inti permainan ini, pemain berperan sebagai serigala yang mencuri hewan ternak. Menariknya, masing – masing dari kita harus memakai topeng serigala untuk menutup mata. Nah, fasilitator memberikan kita kartu hewan yang harus kita curi. Setelah mata kita ditutup, kita berlomba menemukan hewan yang sesuai dengan yang ada di kartu. Kalau benar, kita mendapat hadiah telur, kalau salah kayaknya telur berkurang satu. Saya agak lupa sih. Hehe, Permainan ini mengasah indera peraba kita, karena ketika mata tertutup, kita mengandalkan tangan untuk menebak hewan yang kita cari. Lucunya, balok hewan-hewan yang ada di dalam kandang memang berbentuk seperti aslinya, ada sapi, ular, bebek, babi, dan masih banyak lainnya.

Desy lagi ngutak-atik kain makan-nya sesuai kartu
Permainan terakhir, di sela rasa lapar dan ketidakinginan meninggalkan serunya permainan papan ini adalah Fold It. Konon kata mas Erwin, ini permainan yang bikin ngga mau pulang karena susah berentinya. Daaaaan, setelah kita coba, permainan ini beneran yang paling seru sih. Karena beneran nantang otak buat melipat makanan sesuai request di kartu soal. Alat permainannya sederhana, masing – masing pemain mendapatkan selembar kain sebesar sapu tangan yang bergambar berbagai macam makanan dengan letak presisi. Sementara kartu soal digunakan untuk memerintahkan pemain melipat kain sampai makanan sesuai dengan letak yang diminta, cepet-cepet an tentu saja. Dua pemain yang selesai lebih dulu, bisa ngambil dadu Fold It, dan yang tidak mendapatkan, nyawa nya harus berkurang satu.


Bingung bilangnya, semacam kain saputangan buat main Fold It

“We don’t stop playing because we grow old. We grow old because we stop playing”

Kata – kata ini yang menjadi penghias tembok diantara deretan buku dan pajangan board game. Suka dan sepakat banget, Kalo kita berhenti bermain, bikin cepet tua, karena kurang bahagia. Dan di BGLib ini, saya dan kawan – kawan sepermainan beneran ngerasain quality time bermain yang engga ngerasa bersalah karena buang – buang waktu. Tempat macam ini, sangat direkomendasikan buat teman – teman yang pengen ngabisin waktu buat bermain, ngakrabin diri, dan ngga sibuk cari konten yang serba estetik.

Kata - kata asik di BGLib
Sebenernya, saya pun tipikal pemain board game yang sangat pemula. Macam kalahan, karena otaknya kadang ngga sinkron sama gerak tangan, jadi kalah cepet kalo pas main. Tapi, saya menyukai permainan papan ini, karena cukup ampuh menjadi media untuk menghilangkan penat dari rutinitas dan ajak - ajak teman buat quality time. Seenggaknya, ada banyak permainan yang mengajak isi otak, bekerja dengan cara yang menyenangkan ketika memecahkan misi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar