Senin, 06 Juli 2015

Srimulat yang Tak Lagi Sama



Selalu ada banyak cerita yang selama 24 jam tanpa henti menghiasi kotak ajaib yang akrab kita sebut televisi. Namun, cerita-cerita itu kini, tak lebih dari sebuah dagelan seiring dengan semakin melejitnya bisnis industri pertelevisian di negeri kita tercinta. Tanya kenapa? Stasiun-stasiun televisi saat ini, bak sebuah korporasi yang hanya berorientasi pada profit semata. Sehingga, suguhan-suguhan dalam layar kotak tersebut, jauh dari kata berkualitas. Ironinya, diantara jutaan pemirsa, mungkin hanya segelintir saja yang merasa jengah dengan tidak bermutunya tayangan televisi kita. Hal itu tampak, dari rating televisi yang kian menanjak sebagai pembuktian atas popularitas program tak bermutu tersebut. Ya. Atas nama rating, produser program televisi indonesia dengan rakus, terus berusaha untuk mendongkrak popularitas program mereka, meski jauh dari nilai edukasi dan makna.